rss
twitter

5 New Post Item

Konfigurasi Router Cisco

0

posted by | Posted in | Posted on

Konfigurasi router cisco saya ambil dari site berikut: heartnet (biar gak lupa sy taruh d blog saya)


Pada Router A:
Router A> ena /*masuk ke previleged mode
Router A # config t /*masuk ke global configuration mode
Router A (Config)# interface f0/0

/*masuk ke mode dimana kita bisa mengatur interface tertentu (dalam hal ini fast ethernet 0/0)
Router A (Config-If)# description Terhubung ke jaringan lokal
/*keterangan tentang terhubung kemanakah interface tersebut, untuk memudahkan kita untuk cepat mengambil tindakan ketika sesuatu terjadi
Router A (Config-If)# ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
/*setting ip address dan subnet mask
Router A (Config-If)# no shut
/*memerintahkan agar interface tersebut menyala (change state to up)
Router A (Config-If)# exit

Nah, ini untuk setting interface serial 2/0 yang terhubung dengan Router B,
Router A (Config)# interface s2/0
Router A (Config-If)# description Terhubung ke Router B
Router A (Config-If)# ip address 202.100.100.1 255.255.255.0
Router A (Config-If)# no shut
Router A (Config-If)# end
Router A# sh run
/*melihat settingan yang sudah kita lakukan
Router A# copy run start
/*mengopi setting yang sudah kita lakukan ke dalam NVRAM (start-up config), sehingga ketika router tersebut di restart settingannya masih tetap sama.
Router A# exit
Router A> exit

Pada Router B:
Router B> ena
Router B # config t
Router B (Config)# interface f0/0
Router B (Config-If)# description Terhubung ke jaringan lokal
Router B (Config-If)# ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router B (Config-If)# no shut
Router B (Config-If)# exit
Router B (Config)# interface s2/0
Router B (Config-If)# description Terhubung ke Router A
Router B (Config-If)# ip address 202.100.100.2 255.255.255.0
Router B (Config-If)# clock rate 64000
/*Perlu dilakukan setting clock rate karena Router B menggunakan kabel DCE (ketika menghubungkan antara 2 router diperlukan kabel DTE dan DCE), angka 64000 merupakan default clock rate.
Router B (Config-If)# no shut
Router B (Config-If)# end
Router B# sh run
Router B# copy run start
Router B# exit
Router B> exit

Agar jaringan pada gambar diatas terkoneksi dengan baik (dapat dicoba dengan perintah ping), setelah setting router tersebut dilakukan masing-masing komputer perlu di set ip address dan default gatewaynya ke masing-masing router tersebut.

Kompie A:
Ip Address: 192.168.1.2
Subnet Mask: 255.255.255.0
Default Gateway: 192.168.1.1 (Router A)

Kompie B:
Ip Address: 192.168.2.2
Subnet Mask: 255.255.255.0
Default Gateway: 192.168.2.1 (Router B)

Selain itu jangan lupa konfigurasi routing protocol pada kedua router tersebut (static ataupun dynamic seperti RIP, RIPv2, IGRP, OSPF, EIGRP,IS-IS, dsb).

Routing Information Protocol (RIP)

0

posted by | Posted in

RIP adalah protokol routing dinamik yang berbasis distance vector. RIP menggunakan
protokol UDP pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router. RIP
menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan HOP. RIP membutuhkan waktu untuk
melakukan converge. RIP membutuhkan power CPU yang rendah dan memory yang kecil
daripada protokol yang lainnya.

RIP memiliki beberapa keterbatasan, antara lain:

– METRIC: Hop Count
RIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count dimana belum tentu hop count
yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus, dan bisa saja RIP memilih jalur
jaringan yang lambat.
– Hop Count Limit
RIP tidak dapat mengatur hop lebih dari 15. hal ini digunakan untuk mencegah loop
pada jaringan.
– Classful Routing Only
RIP menggunakan classful routing ( /8, /16, /24 ). RIP tidak dapat mengatur classless
routing.

PERINTAH DASAR
show ip route
Digunakan untuk melihat table routing dari router
ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.1.1
Memasangkan default gateway ke arah ip 192.168.1.1
router rip
Digunakan untuk mengaktifkan routing protokol RIP
no ...
menonaktifkan

Contoh :
router> enable
Password:
router# conf t
router(config)#interface ethernet 0
router(configif)#ip address 192.168.42.1
router(configif)#interface ethernet 1
router(configif)#ip address 192.168.43.1
router(configif)#exit
router(config)# router rip
router(configrouter)# network 192.168.42.0
router(configrouter)# network 192.168.43.0
router(configrouter)# exit
router(configrouter)#^z
router#

Perintah diatas mengaktifkan RIP untuk network 192.168.42.0 dan 192.168.43.0

Atau dengan



Router A> ena
Router A# config t
Router A(config)# router rip /*masuk ke konfigurasi RIP
Router A(config-router)# version 1

/*untuk menentukan versi berapa yang kita pakai (1 atau 2, defaultnya adalah 1), beda antara kedua versi tersebut bisa anda cari di google =P
Router A(config-router)# passive-interface fa 0/0
/*command ini agar jaringan yang terhubung ke local network melalui fast ethernet 0/0 tidak dikirimi update routing tabel, tujuannya adalah mengurangi load pada jaringan.
Router A(config-router)# network 192.168.1.0
Router A(config-router)# network 202.100.100.0
/*menginformasikan kepada router bahwa dia terhubung dengan jaringan-jaringan diatas.